Minggu, 29 November 2009

Hari ini aku ingin bersyukur

Hari ini aku ingin bersyukur.
Mensyukuri suatu senja di hari selasa 8 tahun yang lalu
Mensyukuri keputusannya untuk memilikiku
MENSYUKURI SELURUH HIDUPKU ^_^

Hari ini aku ingin bersyukur.
Mensyukuri setiap senyum yang tersungging di bibirku
Mensyukuri setiap tangis yang membasahi pipiku
MENSYUKURI SETIAP PERISTIWA DALAM HIDUPKU

Hari ini aku ingin bersyukur.
ALHAMDULILLAH
Terima Kasih, Allah...
untuk setiap anugerah dan karunia
^_^

Rabu, 11 November 2009

Jawaban untuk Tantangan dan Kepicikan

Menjadi apapun aku nanti...
aku takkan menyesali, justru mensyukuri.
Karena menjadi apapun aku nanti, itu adalah hasil yang terbaik dari yang akan kuusahakan.
Anugerah terbaik dan terindah dari Tuhan ^_^.

Menjadi apapun aku nanti...
mungkin hanya akan membuatmu iri
karena aku akan menikmati dan menjalaninya sepenuh hati.

Menjadi apapun aku nanti...
Maaf saja, itu takkan memberimu kepuasan hati
karena takkan pernah sesuai dengan yang kau prediksi.

Dan menjadi apapaun kamu nanti...
AKU AKAN SELALU MENJADI YANG LEBIH BAIK LAGI ^_^

Selasa, 10 November 2009

Menghitung Waktu

Satu-satu kuhitung waktu...
Telah banyak yang berlalu.
Tentang kamu, bersamamu
Ada manis yang terlalu manis hingga terasa pahit
membuatku miris lalu terasa sakit.

Satu-satu kuhitung waktu...
Jika seperti itu caramu,aku tak menyesal telah tutup buku.
Melupakan apapun tentangmu

Satu-satu kuhitung waktu...
Kamu tak berarti lagi bagiku ^_^
Tak peduli sebagai apapun kamu.

Kamis, 05 November 2009

Kecewa *ngutip judul lagu BCL ;p

Waktu menunjukkan pukul 5 dan langit sudah mulai berwarna...
Aku memaksa diri beranjak dari kenyamanan peristirahatan untuk segera menunaikan kewajiban.
Air yang membasuh hampir seluruh tubuh menyatukan ruh...
Damai terasa setelah kewajiban terlaksana.

Lalu terdiam...
Apa selanjutnya? kewajiban berikutnya masih beberapa jam.
Kuputuskan untuk mengulang apa-apa yang telah diajarkan, sekedar membantu otak agar tidak mudah melupakan.

Waktu berlalu, tiba saatnya untuk pergi memperkaya diri, tak hanya dengan materi.
Sedikit enggan karena tubuh ini sedang tidak dalam puncak kesehatan,akan tetapi tetap kupaksakan demi mengejar impian.

Sampai di tujuan, aku berjumpa dengan seorang teman...
Ya, detik itu ia masih merupakan seorang teman .
Ia tak banyak bicara bahkan mungkin cenderung menganggapku tak ada.
Sudahlah, aku terus melangkah...
Kutapaki satu persatu anak tangga, membuat dada ini lelah hanya karena berusaha menghirup udara.
Lalu apa?
KOSONG
Hanya kekosongan yang kudapatkan.
TANPA PEMBERITAHUAN.
Kupikir aku punya teman, ternyata hanya kekosongan, sama halnya dengan apa yang terpampang di hadapan.
aku kecewa.

Senin, 02 November 2009

Terima Kasih

Terima kasih…
Karena telah mengumpulkan serpih-serpih hatiku dan menyatukannya dengan kesabaranmu.

Terima kasih…
Karena telah menyeka setiap tetes airmataku dan mengubahnya jadi tawa dengan kehangatanmu.

Terima kasih…
Karena telah mengikis setiap benci di hatiku dan menggantinya jadi cinta dengan keikhlasanmu.

Terima kasih…
Karena telah mengobati setiap luka dalam hati dan menjadikannya bahagia dengan cintamu.

Terima kasih…
Untuk segalamu yang telah rela jadi bagian dalam hidupku…

Sabtu, 24 Oktober 2009

Untuk Mama

Ia tak sering mengungkapkan apa yang dirasa, terutama hal-hal yang berhubungan dengan cinta.
Tetapi, aku dapat merasakan cintanya yang tersimpan sejelas bila diungkapkan.
Ia hebat, Malaikat Pelindungku yang terkuat.

Ia mencintaiku dengan caranya...
Cara yang kupikir berbeda, tak biasa, tapi amat nyata.
Menyakitkan tetapi juga membahagiakan.

Kesabarannya amat terbatas tetapi kesediaannya untuk memaafkan tanpa batas.
Ia seorang yang amat ikhlas, tak pernah mengharap balas.
Ia selalu menjadikanku prioritas.

Terima Kasih, Mama...
karena ikhlasmu bertarung dengan dunia
hanya untuk memberiku cinta dan bahagia.

Luv U and always do...

Rabu, 08 April 2009

Ketika Luka Lama Menimbulkan Kembali Rasa Tak Percaya

Sebuah kebodohan karena kesengajaan...
Udah tau bakalan sakit tapi tetep aja dilakuin.
Siapa yang bodoh? udah pasti gue-lah jawabannya ^_^

Lagi-lagi pertanyaan ini muncul di pikiran gue..
Cinta seperti apa yang dia punya?
Hal ini memang bukan untuk yang pertama kali, tapi meninggalkan bekas yang terdalam.
Gue berusaha melupakan, menjadikan pelajaran, tapi tetep aja tersisa goresan.

Gue...
BODOH!
Harusnya ngga usah baca2 lagi dan mengingat kembali apa yang telah berlalu tapi...
inilah sebuah konsekuensi